Sejarah Singkat Kalurahan Ngargosari
Asal Usul dan Penggabungan (Blengketan)
Sejarah Kalurahan Ngargosari tidak terlepas dari kebijakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pascakemerdekaan. Berdasarkan Rijksblad van Djokjakarta tahun 1916, wilayah ini awalnya terdiri dari dua kalurahan otonom yang berada di bawah Onderdistrik Samigaluh, Distrik Kalibawang, yaitu:
• Kalurahan Ngaliyan: Dipimpin oleh Lurah Atmaredja (sejak 1920).
• Kalurahan Ngargowahono: Dipimpin oleh Lurah Djajasastra (sejak 1916).
Pada hari Sabtu Wage, tanggal 1 Februari 1947, berdasarkan amanat penggabungan desa-desa di DIY, kedua lurah tersebut diberhentikan dengan hormat untuk memuluskan jalan bagi penyatuan wilayah. Tanggal ini, 1 Februari 1947, kemudian direkomendasikan dan diperingati sebagai Hari Jadi Kalurahan Ngargosari. Penyatuan ini didasari oleh gagasan para tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat untuk membentuk satu pemerintahan yang solid. Penetapan Hari Jadi Kalurahan Ngargosari tertuang dalam Peraturan Kalurahan Ngargosari Nomor 10 Tahun 2025 tentang Hari Jadi Kalurahan Ngargosari.
DOKUMEN NASKAH AKADEMIK PENETAPAN HARI JADI KALURAHAN NGARGOSARI