Sebanyak 49 cobek tersaji sarat makna dalam pelaksanaan Upacara Adat Saparan Bayi yang berlangsung khidmat di Padukuhan Canden pada Minggu (26/07/2026). Ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun ini merupakan representasi dari penyajian 7 cobek yang dipersembahkan setiap tahun selama 7 kali pelaksanaan, khusus ditujukan bagi anak yang lahir pada bulan Sapar.
Lebih dari sekadar seremonial, tradisi ini adalah wujud rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk Ikhtiar Budaya dari masyarakat setempat. Rangkaian prosesi adat tersebut dilaksanakan guna memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta masa depan yang cerah bagi sang anak. Rangkaian doa dan harapan tersebut terikat secara filosofis dalam simbolisasi 49 cobek yang berjajar rapi sepanjang upacara berlangsung.
Kegiatan pelestarian kearifan lokal ini turut dihadiri dan diikuti secara langsung oleh jajaran Kalurahan Budaya Ngargosari. Kehadiran elemen institusi desa ini menjadi cerminan kokohnya sinergi dan karakter masyarakat Kapanewon Samigaluh dalam menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi zaman, tradisi Saparan Bayi terbukti tetap lestari dan mengakar kuat di seluruh wilayah Kalurahan Ngargosari. Laku adat ini membuktikan bahwa nilai-nilai gotong royong dan identitas budaya tidak sekadar diwariskan melalui cerita masa lalu, melainkan terus dihidupi dan dijaga komitmennya sebagai warisan berharga bagi generasi penerus bangsa.
#Ngargosari #KalurahanNgargosari #KulonProgo #SaparanBayi #BudayaJawa