Intensitas curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kalurahan Ngargosari selama lima hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor di beberapa lokasi pada Kamis, 15 Januari 2026. Kejadian ini berdampak pada area pemukiman warga serta menutup akses jalan utama antarwilayah yang melumpuhkan mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat di wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan di lapangan, longsor terjadi di Padukuhan Trayu tepatnya di RT 30 RW 12 yang menimpa halaman rumah Ibu Murdani akibat runtuhnya tebing setinggi 5 meter dengan panjang 7 meter. Sementara itu, dampak cukup masif dirasakan di wilayah Padukuhan Tritis dengan laporan kejadian di empat titik berbeda. Material longsor menutup total akses jalan ruas Loket menuju Widosari di RT 25 RW 10 serta ruas jalan Tritis menuju Nglambur di RT 27 RW 11, sehingga sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain memutus infrastruktur jalan, pergerakan tanah di Padukuhan Tritis juga berdampak pada hunian warga, salah satunya menimpa halaman rumah Bapak Eko Aryanto di RT 27 RW 11, serta satu titik ancaman longsor di RT 26 RW 10 yang membahayakan akses jalan ruas Masjid menuju Widosari. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini.
Merespons situasi darurat tersebut, Pemerintah Kalurahan Ngargosari bersinergi dengan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan fisik di lokasi kejadian pada hari ini. Fokus utama tim gabungan adalah pengkondisian material longsor yang menimpa hunian warga serta upaya pembersihan material tanah yang menutup badan jalan agar akses vital masyarakat dapat segera pulih kembali.
#Ngargosari #KalurahanNgargosari #KulonProgo #InfoBencana #TanahLongsor #DestanaNgargosari #SigapBencana